Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Institut AIMSekolah Adab Untuk Orang Tua

Sesi#7 SARAT T.A. 2025/2026 | Berbagi Zakat dan Wakaf

Sekolah Adab Untuk Orang Tua

Depok, 11 Januari 2026 – SARAT pertama di awal Semester Genap T.A. 2025/2026 (Sesi#7), mengangkat materi Nikmatnya Berwakaf dan Berzakat.

Detail Kegiatan:

  • Pemateri: Ustadz Imam Nur Azis (Pembina Badan Wakaf AIM), dan Ustadz Bambang Suherman (Wali Murid Kelas 2A, VP Human Initiative)
  • Moderator: Ustadz Jupriyadi (Ketua Badan Wakaf AIM)
  • Lokasi: Aula Masjid Syuhada, Perum Beji Permai, Depok.

Dalam pandangan Worldview Islam, harta bukan sekadar alat pemuas kebutuhan, melainkan instrumen jihad dan sarana meraih keabadian. Zakat dan Wakaf bukan pengurang kekayaan, melainkan mesin pertumbuhan spiritual dan pilar peradaban yang tak terbendung.

Fondasi Spiritual: Mengalirkan Kebaikan Melampaui Usia

Esensi kedermawanan adalah memahami bahwa ada amal yang tidak mengenal kata “selesai”. Wakaf adalah bentuk tertinggi dari sedekah jariyah karena pokoknya tetap, namun manfaatnya terus mengalir. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau doa anak yang saleh yang mendoakannya.” > (HR. Muslim No. 1631)

Jika kita menyayangi harta terbaik kita, maka cara “membawanya” ke Akhirat adalah dengan mewakafkannya. Inilah investasi abadi yang sesungguhnya.

2. Wakaf sebagai Pilar Peradaban & Al-Istismari

Wakaf bukan sekadar mendiamkan aset, melainkan konsep Al-Istismari (Investasi/Financing) yang produktif. Sejarah membuktikan, panjangnya usia dan keberlanjutan Kekhilafahan Turki Utsmani ditopang oleh kekuatan wakaf yang luar biasa—mulai dari madrasah, rumah sakit, hingga infrastruktur publik.

Dalam konteks modern dan regulasi (UU No. 41 Tahun 2004), wakaf mengalami perluasan makna dan adab pengelolaan:

  • Peran Nazhir: Wakaf memerlukan pengelola (Nazhir) yang kompeten dan amanah, bukan untuk memperkaya diri, tapi memastikan aset produktif.
  • Objek Wakaf Luas: Tidak hanya tanah (benda tidak bergerak), wakaf kini mencakup benda bergerak seperti uang (Cash Waqf), saham, emas, hingga hak paten.
  • Fleksibilitas Akad:
    • Muabbad (Abadi): Niat wakaf selamanya (seperti tanah masjid).
    • Muakkad (Berjangka): Wakaf dalam kurun waktu tertentu, namun manfaatnya disalurkan untuk umat.
  • Penerima Manfaat: Wakaf boleh diperuntukkan bagi kerabat (hasil manfaatnya), namun pokoknya tetap di jalan Allah.

3. Zakat: Misi Negara dan Pengentasan Kemiskinan

Jika wakaf membangun peradaban (spektrum di atas garis kemiskinan), maka zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial untuk menyelesaikan problem kemiskinan dan kebencanaan. Allah SWT memerintahkan secara tegas:

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” > (QS. At-Taubah: 103)

Kata “Ambillah” (Fi’il Amr) menunjukkan otoritas. Negara atau lembaga zakat harus hadir untuk menjemput bola.

  • Syarat Muzaki: Harta mencapai Nisab (setara 85gr emas) dan Haul (1 tahun). Ulama kontemporer mengizinkan pembagian zakat per bulan untuk memudahkan (zakat profesi).
  • Tujuan Mulia: Mengubah Mustahik (penerima) menjadi Muzaki (pemberi) melalui tiga tahapan: Pelayanan, Pengembangan, dan Pemberdayaan. Termasuk memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi yang kurang mampu.

4. Jihad Harta: Tolok Ukur Kesiapan Perjuangan

Ustadz Bambang Suherman mengingatkan kita tentang realitas Jihad. Salah satu bentuk jihad yang paling konkret hari ini adalah jihad harta.

  • Trivia: Untuk perlengkapan seorang mujahid di Gaza (dari ujung kepala hingga kaki) dibutuhkan biaya minimal Rp 250 juta.
  • Refleksi: Jika kita belum memiliki dana bebas (idle money) sebesar itu di rekening untuk perjuangan, maka jihad kita mungkin masih sebatas angan-angan. Kesiapan finansial adalah prasyarat kemenangan.

5. Janji Allah: Harta Tidak Akan Berkurang

Jangan pernah takut miskin karena berzakat dan berwakaf. Matematika Allah berbeda dengan matematika manusia. Rasulullah ﷺ memberikan garansi:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ

Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidak ada orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain melainkan Allah akan menambah kemuliaannya, dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” > (HR. Muslim No. 2588)

Penutup

Zakat membersihkan harta kita saat ini, dan Wakaf mengamankan harta kita untuk masa depan yang abadi. Mari kita pastikan diri kita tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi menjadi penggerak peradaban melalui harta yang Allah titipkan.


Institut Adab Insan Mulia

▫️ Web: AdabInsanMulia.org
▫️ Telegram: t.me/sekolahadab
▫️ FB: facebook.com/adabinsanmulia
▫️ IG: instagram.com/adabinsanmulia
▫️ Twitter: twitter.com/adabinsanmulia
▫️ YouTube: www.youtube.com/AdabTVOnline
▫️ WA: https://chat.whatsapp.com/LELTACMjFab7bZm5igQoCB

Admin: wa.me/6287726541098

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button