Sesi#8 SARAT T.A. 2025/2026 | Ramadhan di Rumah Nabi SAW
Sekolah Adab Untuk Orang Tua

Depok, 08 Februari 2026 – SARAT kedua di awal Semester Genap T.A. 2025/2026 (Sesi#8), mengangkat materi Ramadhan di Rumah Nabi SAW dengan mengundang Ketua Sirah Community, Al Ustadz Asep Sobari, Lc., sebagai pemateri.
Meneladani Ibadah dan “Rasa” Ramadhan di Rumah Nabi ﷺ
Bulan suci Ramadhan adalah momentum yang sangat istimewa dan patut disikapi dengan program-program ibadah yang tidak biasa. Ustaz Asep Sobari, Lc., membedah secara mendalam bagaimana Nabi Muhammad ﷺ menjalankan ibadah puasa di rumah beliau. Mempelajari ibadah Nabi ﷺ tidak hanya melihat dari sisi tindakan *zahir*, tetapi kita juga harus menggali sisi *batin* atau “rasa” yang menyertai amalan tersebut.
Berikut adalah beberapa pelajaran berharga dari ibadah Rasulullah ﷺ di bulan Ramadhan:
1. Belas Kasih Nabi ﷺ dalam Syariat Tarawih
Pada mulanya, Rasulullah ﷺ melaksanakan salat tarawih di *hujrah*—yaitu ruang bagian depan rumah beliau yang terhubung langsung ke masjid. Ketika terdengar beliau sedang salat, para sahabat mulai berinisiatif ikut berjemaah. Namun, setelah beberapa malam, Rasulullah ﷺ tiba-tiba tidak keluar dari rumahnya untuk salat bersama para sahabat. Ternyata, alasan beliau menghentikan jemaah tersebut adalah karena kekhawatiran jika Allah kelak menetapkan salat tarawih menjadi fardu (wajib). Mengingat kondisi umatnya yang pasti akan sangat keberatan jika diwajibkan, Rasulullah ﷺ memilih tindakan yang lebih ringan. Hal ini menjadi bukti nyata besarnya rasa belas kasihan Nabi ﷺ kepada kita umatnya.

2. Program Spesial Ramadhan: Mudarasah Al-Qur’an Bersama Jibril
Menjadikan Ramadhan istimewa berarti harus ada kegiatan unggulan yang berbeda dari bulan-bulan biasa. Setiap bulan Ramadhan, Malaikat Jibril selalu turun menemui Nabi ﷺ untuk menjalankan program khusus berupa mudarasah Al-Qur’an. Berbeda dengan praktik tadarus mandiri yang sering kita lakukan sebagai target pribadi, mudarasah adalah interaksi dua arah. Satu pihak membaca dan pihak lain menyimak, yang berfungsi sebagai kontrol kualitas atas kejelasan huruf, akurasi hafalan, hingga pemaknaan Al-Qur’an.
Di Ramadhan terakhir beliau pada tahun 10 Hijriah, Jibril bahkan turun sebanyak dua kali untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Isyarat ini ditangkap oleh Rasulullah ﷺ bahwa ajal beliau sudah dekat. Dengan sisa waktunya, beliau semakin menghargai waktu dan memperbanyak membaca zikir yang disyaratkan dalam Surah An-Nasr: *Subhanakallahumma wabihamdika astagfiruka wa atubu ilaik*.
3. Puncak Kedermawanan dan Melepaskan Duniawi
Rasulullah ﷺ adalah sosok yang sangat dermawan sepanjang waktu, namun beliau mencapai puncak kedermawanannya di bulan Ramadhan (ajwad ma yakunu fi Ramadhan).
Nabi ﷺ mengajarkan kita agar tidak terikat dengan harta benda. Sebagai contoh, beliau pernah membeli jubah mewah senilai 50 dinar (setara ratusan juta rupiah) dari sahabatnya, Hakim bin Hizam. Namun, alih-alih menikmati baju mewah tersebut, dengan ringan beliau langsung menghadiahkannya kepada cucu angkat kesayangannya, Usamah bin Zaid. Hal ini mengajarkan bahwa orang beriman semestinya merasa bahagia, bukan bersedih, ketika bisa melepaskan hal yang dicintainya untuk dikorbankan di jalan Allah.

4. Esensi Imsak: Mengendalikan Diri untuk Mengembalikan Rasa Nikmat
Ibadah puasa (*shaum*) secara bahasa bermakna imsak, yaitu pengendalian diri. Kita dididik untuk bisa mengontrol hubungan kita dengan materi duniawi. Di luar Ramadhan, kita terlalu mudah mengakses apa saja, sehingga sering kali kehilangan rasa nikmat dan rasa menghargai terhadap pemberian Allah. Melalui ibadah puasa, setetes air putih saat waktu berbuka tiba akan terasa luar biasa nikmatnya karena kita meminumnya setelah melewati proses menahan diri. Ini mendidik kita untuk selalu memberikan nilai yang tinggi pada setiap nikmat Allah sekecil apa pun.
Segala sesuatu yang ada dalam genggaman kita, mulai dari harta hingga keluarga tercinta, sejatinya hanyalah titipan (amanah) dari Allah. Sikap amanah inilah yang membuat kita terbebas dari rasa sedih dan gelisah saat kehilangan sesuatu di dunia ini.
5. Menjaga Skala Prioritas Ibadah
Dalam memaksimalkan ibadah Ramadhan seperti iktikaf, Islam mengajarkan skala prioritas. Iktikaf sunah dilakukan dengan membatasi aktivitas fisik di dalam masjid selama mungkin. Namun, apabila keinginan untuk iktikaf berbenturan dengan kewajiban, seperti kewajiban mendidik anak-anak, maka mendidik anak (wajib) harus didahulukan daripada iktikaf (sunah). Begitu juga dengan membantu melepaskan kesulitan orang lain; Imam Hasan Al-Bashri pernah menyarankan seseorang untuk membatalkan iktikafnya demi membantu mengurus persoalan saudaranya yang sedang kesulitan, karena pahala memudahkan kesulitan orang lain jauh lebih besar daripada iktikaf sunah untuk diri sendiri.
🗓️ TOTAL INFAQ SARAT 08

🗓️ RUNDOWN ACARA SARAT 08
📍 Catatan Penting:
Kegiatan dimulai pukul 06.45 WIB tepat, agar pukul 07.00 Pemateri sudah menyampaikan materi.
⏰ 06.45 – 06.50 WIB
🎤 Pembukaan oleh MC
- MC membuka acara
Memastikan seluruh peserta maju ke depan
- Dikondisikan agar tidak ada orang tua duduk di belakang
- Cara: membuat batas belakang dengan sesuatu
- Jika sudah penuh, batas dapat dimundurkan
- (Koordinasi dengan Ust. Supri)
⏰ 06.50 – 06.59 WIB
📖 Tadabbur dan Tasmi’
- Dilaksanakan dengan suara keras dan jelas
- Muaddib kelas mendampingi, untuk mengantisipasi jika ada yang lupa
⏰ 07.05 – 08.15 WIB
📚 Penyampaian Materi
👤 Pemateri: Ust. Asep Sobar, Lc.
- Founder Sirah Community Indonesia (SCI)
- Direktur Eksekutif INSIST (2020–2023)
- Penerjemah Modul Kebangkitan Umat Islam karya Dr. Majid Al-Kilani
📝 Teknis Tanya Jawab:
- Ayah/Bunda mengirim pertanyaan ke nomor MC (Ustadz Rian)
⏰ 08.15 – 08.20 WIB
🌿 Shalawatan & Infak Bergerak
- Dipandu oleh Ust. Ridwan
- Durasi: 5 menit
⏰ 08.20 – 08.30 WIB
💬 Jawaban Pertanyaan
- Pemateri menjawab dengan singkat, padat, dan jelas.
- Penyerahan sertifikat oleh Ust. Reno, selaku ketua yayasan Adab Insan Mulia.
⏰ 08.30 – 08.40 WIB
💧 Donasi Jariyah
Program: Mesin Air Minum bagi Penghafal Al-Qur’an
Oleh: Ustadz Jupriyadi
⏰ 08.40 – 08.55 WIB
📢 Pengumuman Kepala Sekolah & Lainnya
⏰ 08.55 – 09.00 WIB
🤲 Do’a & Penutup
Institut Adab Insan Mulia
▫️ Web: AdabInsanMulia.org
▫️ Telegram: t.me/sekolahadab
▫️ FB: facebook.com/adabinsanmulia
▫️ IG: instagram.com/adabinsanmulia
▫️ Twitter: twitter.com/adabinsanmulia
▫️ YouTube: www.youtube.com/AdabTVOnline
▫️ WA: https://chat.whatsapp.com/LELTACMjFab7bZm5igQoCB
Admin: wa.me/6287726541098



