Pesan Untuk Muaddib di SekolahTa'dib

KIAM#3: Waspadalah Dari Takabbur

Konsolidasi Iman Adab Muaddib

KIAM (Konsolidasi Iman Adab Muaddib) adalah program 30 menit untuk saling menguatkan di antara para penggerak dan praktisi pendidikan yang bersepakat bahwa pendidikan harus dijalankan berorientasikan adab. Program ini berjalan setiap Senin malam, pukul 20.00 WIB, dan program ini bersifat TERBUKA dan dapat diikuti oleh para pendidik secara UMUM untuk saling menguatkan di jalan pendidikan berorientasi Adab. Program ini mereferensikan materinya dengan kitab-kitab adab yang telah ditulis oleh para ulama untuk kemudian dikontekstualisasikan pada era digital hari ini.

Pada KIAM#3 ini, tema yang diangkat adalah “Waspadalah Dari Takabbur”. Setelah mengingatkan pentingnya seorang Muaddib memiliki sifat Ikhlas dan mampu melaksanakan Amal Ihsani, Imam an-Nawawi melanjutkan nasihat adabnya agar mewaspadai sifat Takabbur. Hal ini karena sifat takabbur bertentangan dengan tujuan risalah Islam ini yakni menyempurnakan akhlak manusia, sebagaimana riwayat Ahmad 2/381:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik.”

Ketika kita ingin melahirkan murid yang berakhlak mulia, maka sumber energi mereka di antaranya adalah tentu para Muaddib/ah. Takabbur adalah sifat kesombongan yang sangat merusak yang dapat membawa pelakunya menjadi penduduk neraka, sebagaimana riwayat al-Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853.

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).“

Takabbur berpangkal pada menolak kebenaran dan memandang rendah manusia, sebagaimana pesan Rasulullah SAW dalam riwayat Muslim dari ‘Abdullah ibn ‘Abbas r.a.:

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

Sekecil apapun sifat takabbur harus segera dihilangkan dan jangan dipelihara, karena sangat berbahaya bagi kehidupan Akhirat manusia. Di antara bentuk kesombongan manusia adalah:

  1. Menolak kebenaran
  2. Mendahulukan perasaan daripada ilmu
  3. Memandang rendah manusia
  4. Tidak bersyukur dengan nikmat Allah SWT

Tentu saja, kesombongan adalah amalan batin yang hanya diketahui oleh setiap orang, dan kesombongan tidak diukur dari hal-hal yang bersifat materi seperti misalkan senangnya seorang Muaddib mengenakan pakaian yang indah dipandang mata. Bahkan seorang Muaddib justru harus selalu tampil indah sebagaimana ciri Islam yang indah. Rasulullah SAW pernah bersabda sebagaimana riwayat Muslim no. 91:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“

Oleh karenanya, dalam dunia pendidikan, sebagai pengejawantahan menghindari sikap takabbur, seorang Muaddib justru harus:

  1. Khawatir jika memiliki banyak murid;
  2. Bahagia jika murid melanjutkan belajar kepada guru yang lain karena ia akan mendapatkan tambahan ilmu;
  3. Mengharapkan hanya Wajah Allah semata melalui kelelahannya dalam pendidikan.

Seorang Muaddib tidak boleh bergantung pada murid, dan juga jangan sampai keikhlasan dan keihsanannya terganggu dengan kesombongannya. Selanjutnya, sebaik-baik motivasi untuk mewaspadai sifat Takabbur adalah Al-Qur’an al-Karim. Bagilah di pekan ini, setiap hari sebuah ayat motivasi dari Qur’an untuk dapat selalu menjaga diri dari kesombongan. Di antara ayat yang dapat disampaikan adalah:

  1. Q.S. Al-Baqarah [2] ayat 34
  2. Q.S. An-Nahl [16] ayat 23
  3. Q.S. Al-Furqan [25] ayat 63
  4. Q.S. Luqman [31] ayat 18
  5. Q.S. Ghafir [40] ayat 56

Hari Pertama: Al-Baqarah [2] ayat 34

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لأَدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الكَافِرِينَ {34}

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kalian kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur (sombong) dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Hari Kedua: An-Nahl [16] ayat 23

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.

Hari Ketiga: Al-Furqan [25] ayat 63

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا
وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati (tawadhu’) dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.

Hari Keempat: Luqman [31] ayat 18

وَلاَ تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ فِي اللأَرْضِ مَرَحاً
إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَجُوْرٍ {18}

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Hari Kelima: Q.S. Ghafir [40] ayat 56

إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي ءَايَاتِ اللهِ بِغَيْرِ سًلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِن فِي صُدُورِهِمْ إِلاَّ كِبْرٌ مَّاهُم بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ {56}

Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa lasan yang sampai pada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kesombongan yang mereka sekali-klai tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Semoga Allah SWT memudahkan seluruh Muaddib/ah dalam membangun dan merawat keihsanan dalam jiwa mereka, karena keihsanan seorang Muaddib/ah tentu mengundang semakin terbukanya pintu rahmat Allah.

Depok, 29 Agustus 2022, pukul 20.00-20.30 WIB
Dr. Wido Supraha, M.Si.
(Direktur Institut Adab Insan Mulia)

SekolahAdab.Com

Related Articles

Leave a Reply

Check Also
Close
Back to top button