Pesan Adab Untuk Keluarga

Pesan ke-07: Adab Adalah Pembiasaan Baik Islami

Serial Pesan Pengadaban

Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (Pendiri Sekolah Adab)

Hidup adalah pertarungan antara ilmu dan hawa nafsu. Jika manusia mendahulukan ilmu, maka hawa nafsu akan terbimbing. Inilah jalan hidayah. Namun, jika manusia mendahulukan hawa nafsu, maka ilmu terbuang, inilah jalan kesesatan.

Mendidik manusia agar beradab adalah membiasakan mereka mencintai ilmu dan bahagia bersama ilmu, sehingga ia tahu bagaimana mengarahkan hawa nafsunya agar menjadi sumber kekuatan dalam perjuangan mengembalikan peradaban Islam gemilang yang sedang hilang.

Pembiasaan dengan demikian bagian dari pengadaban. Tanpa pembiasaan baik Islami, sangat boleh jadi, manusia dibiasakan oleh lingkungannya dengan pembiasaan buruk yang tidak Islami.

Di antara 160 bait Qasidah Burdah yang dahulu ditulis oleh Imam al-Bushiri (610-695 H) mengibaratkan nafsu laksana bayi:

وَالنّفْسُ كَالطّفِلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ عَلَى ۞     حُبِّ الرَّضَاعِ وَإِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمِ   

Nafsu bagaikan bayi, bila kau biarkan akan tetap suka menyusu. Namun bila kau sapih, maka bayi akan berhenti sendiri.

Semoga Allah terus menjaga para Muaddib, baik Ayah, Bunda, maupun Guru di Sekolah untuk mendorong murid yang bahagia menjaga nafsunya dibawah bimbingan ilmu.

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button