Sesi#4 SARAT T.A. 2026/2027 | Menjaga Fitrah dari Rumah dengan Bebas Gadget | Dr. Wido Supraha, M.Si.

Depok, 12 Oktober 2026 – SARAT Sesi#4 diselenggaran pagi ini seperti biasa pukul 06.45 WIB s.d. 09.00 WIB, di Masjid Nurussalam, Beji, Depok. Sesi ini diisi langsung oleh Pembina Yayasan Adab Insan Mulia, Dr. Wido Supraha, M.Si., yang menyegarkan kembali penguatan bertemakan No Gadget at All kepada seluruh Wali Murid.
Berdasarkan isian resume Wali Murid pada Sesi 04 SARAT T.A. 2026/2027 (“Menjaga Fitrah dari Rumah” oleh Dr. Wido Supraha, M.Si.), berikut adalah hal-hal baru dan paling berkesan yang didapatkan oleh Ayah dan Bunda:

1. Kebijakan & Regulasi Global Terkait Gadget pada Anak
- Aturan di Negara Maju
Banyak Wali Murid baru mengetahui bahwa berbagai negara (seperti Australia, Inggris, China, dan Singapura) telah menerapkan aturan ketat hingga pelarangan media sosial/gadget bagi anak di bawah usia 16 tahun. - Relevansi Kebijakan Sekolah
Aturan pembatasan gadget di Sekolah Adab terbukti sangat relevan dengan kesadaran global untuk melindungi tumbuh kembang anak.
2. Landasan Al-Qur’an & Kaidah Fikih dalam Menjaga Fitrah
- QS. An-Nisa [4] Ayat 5
Pemahaman mendalam mengenai larangan memberikan sesuatu (seperti gadget) kepada anak yang akalnya belum matang/belum mampu mengelolanya. - Kaidah Fikih
Prinsip bahwa menutup pintu keburukan (sadd adz-dzari’ah) lebih utama daripada melakukan kebaikan. - Resiko Baligh Tanpa ‘Aqil
Pemberian gadget terlalu dini, diajarkannya calistung usia TK secara prematur, dan makanan pengawet dapat memicu anak cepat baligh secara fisik tetapi belum matang secara akal (‘aqil).
3. Bahaya & Dampak Kesehatan/Psikologis Gadget
- Dampak Saraf & Emosi
Kesadaran bahwa screen time berlebihan dapat merusak saraf, menurunkan fokus dan konsentrasi, memicu sifat tempramental, hingga ketidakstabilan emosi. - Ancaman Adab & Konten
Paparan kebiasaan kecanduan game, bahaya pornografi, hingga interaksi dengan lawan jenis yang belum waktunya.
4. Keteladanan Orang Tua (Lead by Example)
- Kecanduan Berawal dari Orang Tua
Orang tua menyadari bahwa anak penasaran atau kecanduan gadget sering kali dipicu oleh kebiasaan Ayah/Bunda sendiri yang sering memegang HP di depan anak. - Muhasabah Diri
Komitmen untuk memperbaiki diri terlebih dahulu, mengurangi penggunaan HP di rumah, dan tidak mendidik anak dengan gadget.
5. Syiar Kolektif & Menjaga Fitrah Anak Lain (Amal Jama’i)
- Tanggung Jawab Bersama
Menjaga anak sendiri dari gadget secara tidak langsung ikut menjaga fitrah anak-anak lain di lingkungan sekolah agar tidak terpengaruh. - Landasan Ta’awun
Menjalankan komitmen no gadget dipahami sebagai bentuk pertolongan kepada sesama saudara seiman (HR. Muslim No. 2699).
6. Komunikasi & Pengelolaan Rasa Ingin Tahu Anak
- Pentingnya Menjawab Pertanyaan Anak
Setiap pertanyaan anak adalah momen berharga munculnya fitrah rasa ingin tahu yang tidak akan terulang, sehingga orang tua harus selalu merespons dengan jawaban yang benar walau tidak harus langsung sangat lengkap.

Selepas menyampaikan penguatan akan pentingnya membebaskan murid SD dan SMP dari bahayanya gadget, seluruh Wali Murid Kelas Kecil di Pusat, dan seluruh Wali Murid di Cabang, mengucapkan Ikrar Bersama, Komitmen Bebas Gadget di Rumah. https://www.instagram.com/reel/Db7PVQNxN7H/?srtk=azF6OXc0ZHdwa2tk
🗓️ TOTAL INFAQ SARAT 01 T.A. 2026/2027

🗓️ POTENSI AYAH/BUNDA BERSAMA GERAKAN ADAB INSAN MULIA
A. Ayah
Potensi dan keahlian yang disampaikan oleh para Ayah mencakup bidang teknologi, profesionalisme, hingga kegiatan fisik dan kewirausahaan:
- Teknologi Informasi (IT), AI, & Digital:
- Pembuatan aplikasi berbasis AI & Al-Qur’an (seperti Quran Ziyadah).
- Keahlian IT, pengembangan sistem digital untuk tata kelola data sekolah/lembaga.
- Cyber & literasi digital.
- Hukum, Legal, & Dokumen Organisasi:
- Penyusunan (drafting), pembaruan (review) perjanjian kerja sama, SOP, dan literasi hukum.
- Keahlian Teknik, Sains, & Analisis Data:
- Mechanical Engineering & Supply Chain Management.
- Desain teknik menggunakan gambar AutoCAD.
- Pengajaran teknik berhitung matematika dasar & sains (earth knowledge).
- Analisis data.
- Kewirausahaan, Keuangan, & Produk Halal:
- Bidang finance & kewirausahaan (entrepreneurship).
- Pengolahan pangan/daging ayam serta penyediaan produk halal (HNI).
- Kegiatan Lapangan, Olahraga, & Edukasi Kemasyarakatan:
- Pendampingan kegiatan outdoor, adventure, hiking, dan mengajar.
- Pelatihan ekstrakurikuler memanah.
- Edukasi pemakaman syari’ah.
- Media, Komunikasi Visual, & Syiar:
- Komunikasi visual, menulis, menggambar/sketchnotes.
- Penyebarluasan informasi dan syiar Sekolah Adab.
- Dukungan Finansial, Sarana, & Tenaga:
- Waktu luang, tenaga, bantuan pembangunan fisik sekolah, serta dukungan donasi/materi.
B. Bunda
Potensi dan keahlian yang disampaikan oleh para Bunda berfokus pada pendidikan anak, kesehatan/thibbun nabawi, tata boga, hingga pengorganisasian masyarakat:
- Pendidikan, Keagamaan, & Al-Qur’an:
- Mengajar Al-Qur’an, Tahsin, dan mengajar Iqro untuk ibu-ibu.
- Pengembangan Markaz Qur’an SAIM & pengajaran Bahasa Arab.
- Bimbingan belajar (Matematika, Bahasa Inggris, kelancaran membaca) dan metode pengajaran berbasis Montessori.
- Pembinaan keluarga & pendampingan generasi muda.
- Kesehatan, Olahraga, & Perawatan Natural:
- Bekam muslimah & instruktur senam.
- Edukasi kesehatan gigi untuk murid kelas kecil.
- Pembuatan produk homecare & bodycare natural.
- Pelatihan olahraga renang.
- Kuliner, Tata Boga, & Koperasi Sekolah:
- Pengajaran membuat kue-kue sederhana & masakan (seperti masakan Padang).
- Kontribusi aktif dalam pengorganisasian Koperasi & Jajanan SAIM.
- Merintis tim preloved SAIM sebagai unit fundraising koperasi.
- Penyediaan layanan/produk (reseller HNI, voucher potong rambut gratis untuk anak yatim).
- Manajemen, Konseling, & Pengorganisasian Acara (Event):
- Konseling, mentoring, event organizing (EO), moderator, dan public speaking.
- Administrasi (Admin), manajemen, dan pengembangan diri.
- Media Sosial & Perluasan Jaringan Dakwah:
- Promosi di media sosial, pembuatan/penyebaran flyer kegiatan.
- Meluaskan visi dan konsep Sekolah Adab ke jaringan sekolah/lembaga lain.
- Pengadaban Rumah Tangga & Dukungan Peran:
- Konsistensi pengadaban di rumah & pendampingan ibadah anak.
- Dukungan pemikiran, partisipasi aktif tenaga dan waktu, serta doa dari belakang.
🗓️ DAMPAK POSITIF KEHADIRAN RUTIN PROGRAM SARAT SETIAP PEKAN KE-2 PUKUL 06.45-09.00 WIB
Berdasarkan isian jawaban dari 153 responden Wali Murid pada Pertanyaan 05 (“Apakah dampak positif yang Ayah/Bunda rasakan setelah mengikuti tradisi menghadiri parenting setiap pekan ke-2 hari Ahad?”), berikut adalah rangkuman dampak positif yang dirasakan secara menyeluruh:
1. Penambahan Ilmu, Wawasan, & Strategi Parenting Islami
- Mendapatkan Keilmuan Baru
Wali Murid merasakan bertambahnya wawasan, tsaqofah, dan pemahaman islami tentang cara mendidik serta membentuk adab anak. - Memahami Fase & Perilaku Anak
Menjadi lebih paham bagaimana merespons sikap dan pertanyaan anak, serta tahu langkah nyata yang harus diterapkan dalam pengadaban di rumah. - Pemahaman Kacamata Global
Membuka pandangan perbandingan dunia parenting di Indonesia dan regulasi global (seperti aturan gadget di negara lain).
2. Sarana Refreshment, Recharge Energi, & Introspeksi Diri (Muhasabah)
- Recharge Energi Ruhiyah
Menjadi ajang recharge energi positif, siraman rohani, serta penyegar semangat ketika lelah dalam membersamai anak. - Reminder & Introspeksi
Menjadi pengingat rutin untuk kembali ke good habits, menyadari kekurangan diri sebagai orang tua, dan terus memperbaiki diri (muhasabah).
3. Menyeleraskan Frekuensi & Kekompakan Pasangan (Ayah & Bunda)
- Menyamakan Visi Pasangan
Karena dihadiri oleh Ayah dan Bunda, kegiatan ini membantu menyamakan frekuensi, ilmu, dan target pengasuhan yang ingin dicapai bersama. - Bahan Diskusi Keluarga
Menjadi sarana untuk berdiskusi dan menyepakati langkah pendidikan anak yang harmonis di rumah.
4. Menguatkan Sinergi Rumah–Sekolah & Ukhuwah Sesama Wali Murid
- Membangun Ukhuwah & Silaturahim
Mempererat tali silaturahim, keakraban, dan rasa kekeluargaan antar-sesama wali murid maupun dengan para muaddib/pengajar. - Komunitas Se-Visi-Misi
Merasa mendapatkan support system dan komunitas yang sejalan dalam menerapkan nilai-nilai pengadaban anak.
5. Penerapan Nyata: Kesabaran, Disiplin, & Keteladanan Orang Tua
- Kesadaran Peran Teladan
Orang tua menjadi lebih sadar bahwa perubahan dan disiplin anak (seperti pembatasan gadget dan ketepatan waktu) dimulai dari keteladanan orang tua di rumah. - Lebih Sabar & Bijak
Meningkatkan kesabaran, kedisiplinan, dan kontrol emosi dalam menghadapi perilaku serta dinamika tumbuh kembang anak sehari-hari.
🗓️ PERUBAHAN POSITIF ANANDA 3 PEKAN TERAKHIR
Berdasarkan isian respon dari para Wali Murid pada Pertanyaan 04 (“Apakah perubahan baik Ananda di 3 pekan terakhir?”), berikut adalah rangkuman berbagai perubahan positif yang dirasakan oleh Ayah dan Bunda pada Ananda:
1. Peningkatan Kualitas Ibadah & Spiritual
- Kedisiplinan Shalat: Ananda semakin mandiri dan tepat waktu menjalankan shalat 5 waktu, lebih bersemangat shalat berjamaah di masjid (khususnya shalat Subuh), serta mulai membiasakan dzikir dan doa setelah shalat.
- Shalat Sunnah & Tahajud: Beberapa Ananda mulai terbiasa bangun malam untuk shalat Tahajud sendiri dan shalat sunnah Qabliyah Subuh.
- Kecintaan pada Al-Qur’an: Peningkatan semangat dan kedisiplinan dalam ziyadah (menambah hafalan), muraja’ah, tilawah harian secara mandiri, hingga keberanian mengikuti tasmi’ di depan teman-teman.
2. Kemandirian & Kedisiplinan Pagi Hari
- Bangun Pagi Tanpa Drama: Ananda menjadi lebih mudah dibangunkan di waktu Subuh, tidur lebih awal, dan rutin bangun sendiri tanpa perlu dibangunkan.
- Persiapan Mandiri: Lebih cekatan dan bertanggung jawab dalam menyiapkan perlengkapan sekolah, pakaian, dan kebutuhan pribadinya sendiri.
- Ketepatan Waktu: Bersemangat berangkat sekolah lebih awal dan disiplin menjalankan rutinitas harian.
3. Inisiatif Membantu Orang Tua & Adab di Rumah
- Tanggung Jawab Pekerjaan Rumah: Berinisiatif merapikan tempat tidur, menaruh barang/sepatu pada tempatnya, membersihkan kamar/rumah, serta mencuci piring sendiri setelah makan.
- Empati & Kasih Sayang Keluarga: Lebih peduli, berinisiatif menjaga dan mendampingi adik, serta lebih perhatian kepada Ayah dan Bunda.
- Sopan Santun: Minta doa restu sebelum berangkat sekolah, mau meminta maaf saat bersalah, dan terbiasa mengucapkan kata-kata yang baik.
4. Karakter, Keberanian, & Komunikasi
- Keterbukaan Komunikasi: Lebih terbuka bercerita tentang aktivitas/pertemanannya di sekolah, mau diajak berdiskusi dan bertukar pikiran dengan orang tua.
- Kontrol Diri & Keberanian: Lebih tenang, mampu mengontrol diri/emosi, serta lebih percaya diri dan berani berbicara di depan umum (public speaking).
5. Pembatasan Gadget & Kegemaran Membaca
- Pengurangan Gadget: Ananda semakin sadar membatasi diri dari penggunaan HP/gadget (hanya untuk keperluan sekolah atau di akhir pekan).
- Gemar Membaca & Belajar: Minat membaca buku bertambah, lebih tekun belajar, serta makin bersemangat mengerjakan tugas sekolah.
🗓️ REKAPITULASI ZAKAT PER SEPTEMBER 2026



