Pesan Untuk Muaddib di SekolahTa'dib

KIAM#4: Hiasilah Diri Dengan Akhlak Terpuji

Konsolidasi Iman Adab Muaddib

KIAM (Konsolidasi Iman Adab Muaddib) adalah program 30 menit untuk saling menguatkan di antara para penggerak dan praktisi pendidikan yang bersepakat bahwa pendidikan harus dijalankan berorientasikan adab. Program ini berjalan setiap Senin malam, pukul 20.00 WIB, dan program ini bersifat TERBUKA dan dapat diikuti oleh para pendidik secara UMUM untuk saling menguatkan di jalan pendidikan berorientasi Adab. Program ini mereferensikan materinya dengan kitab-kitab adab yang telah ditulis oleh para ulama untuk kemudian dikontekstualisasikan pada era digital hari ini.

Pada KIAM#4 ini, tema yang diangkat adalah “Hiasilah Diri Dengan Akhlak Terpuji”. Setelah mengingatkan pentingnya seorang Muaddib memiliki sifat Ikhlas, mampu melaksanakan Amal Ihsani, dan mewaspadai kesombongan, Imam an-Nawawi melanjutkan nasihat adabnya agar setiap Muaddib/ah selalu menghiasi dirinya dengan akhlak yang terpuji. Hal ini karena sempurnanya iman seorang Muaddib/ah dapat diukur dengan semakin bagus akhlaknya, sebagaimana framework yang disampaikan Rasulullah SAW dalam riwayat at-Tirmidzi no. 1162, 2612, Abu Dawud no. 4682, ad-Darimi no. 2792, dan Ahmad (2/527) dari Abu Hurairah r.a.:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya di antara mereka.

Oleh karenanya, misi besar Rasulullah SAW sebagai teladan para Muaddib/ah pernah bersabda sebagaimana riwayat Ahmad 2/381:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik.”

Jika kita ingin memiliki murid yang berakhlak mulia, maka adab kita adalah membiasakan akhlak mulia tersebut menghiasi jiwa-jiwa kita, para Muaddib/ah. Hal ini sejalan dengan apa yang dipahami bahwa mendidik itu bukan sekedar transfer of knowledge, namun lebih substansial lagi adalah transfer of ruhi. Apalagi setelah diketahui bahwa amalan yang sangat memberatkan timbangan kebaikan manusia kelak adalah kebagusan akhlak (husn al-khuluq). Nabi shallallahualaihi wa sallam pernah bersabda sebagaimana riwayat Tirmidzi no. 2134 dari Abu Darda’ r.a.:

مَا مِنْ شَىْءٍ يُوضَعُ فِى الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلاَةِ

Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlaq yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlaq mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin shalat.”

Di antara hiasan diri seorang Muaddib/ah menurut an-Nawawi, sebagai berikut:

  1. Zuhud terhadap dunia;
  2. Tidak mengambil pusing dengan dunia;
  3. Tidak banyak tertawa dan bercanda;
  4. Membiasakan dengan sunnah-sunnah individu;
  5. Berdzikir dengan al-Ma’tsurat (bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah)
  6. Merawat muraqabatullah (perasaan selalu merasa diawasi Allah SWT yang Maha Dekat)

Akhlak sendiri dapat dimaknai, sebagai:

  1. Kesadaran makhluk kepada Khaliq
  2. Kesadaran untuk memberikan yang terbaik kepada Khaliq dan makhluk

Ketika manusia menyadari dirinya sebagai makhluk (yang telah diciptakan Sang Khaliq), tentu akan melahirkan keinginan makhluk untuk mengekspresikan cinta-Nya kepada Sang Khaliq dan kepada sesama makhluk. Inilah pemaknaan tentang Akhlak sebagai buah dari penghayatan.

Selanjutnya, sebaik-baik motivasi untuk Menghiasi Diri Dengan Akhlak Terpuji adalah Al-Qur’an al-Karim. Bagilah di pekan ini, setiap hari sebuah ayat motivasi dari Qur’an untuk dapat selalu menjaga diri dari kesombongan. Berawal dengan meneguhkan akhlak murid kepada Allah SWT, lanjutkan dengan akhlak yang hendaknya ditegakkan kepada sesama makhluk. Di antara ayat yang dapat disampaikan dengan penjelasan, adalah:

  1. Q.S. An-Nisa [4] ayat 87
  2. Q.S. Al-A’raf [7] ayat 199
  3. Q.S. Al-Isra’ [17] ayat 37
  4. Q.S. An-Nuur [24] ayat 27
  5. Q.S. Al-Hujurat [49] ayat 12

Hari Pertama: Q.S. An-Nisa [4] ayat 87

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا

Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah ?

Hari Kedua: Q.S. Al-A’raf [7] ayat 199

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.

Hari Ketiga: Q.S. Al-Isra’ [17] ayat 37

وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا

Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.

Hari Keempat: Q.S. An-Nuur [24] ayat 27

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

Hari Kelima: Q.S. Al-Hujurat [49] ayat 12

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Semoga Allah SWT memudahkan seluruh Muaddib/ah dalam menghiasi diri dengan akhlak terpuji yang tentu mengundang semakin terbukanya pintu rahmat Allah.

Begitupula seluruh curhatan yang telah dishare dalam KIAM malam hari ini tentunya adalah realitas yang harus kita hadapi dan kita ubah melalui pendidikan berbasis adab yang membangun ekosistem pendidikan yang holistik. Berikut ini beberapa curhatan yang masuk:

  • Termyata harus berjuang dan lelah yang berulang ketika mengajar
  • Bagaimana menumbuhkan sikap pantang menyerah bagi pengajar dan yang diajar
  • Bagaimana membagi rasa bahagia menjadi guru dengan orang lain di saat sebagian besar orang kurang tertarik menjadi guru
  • Prihatin dengan keadaan para siswa yang banyak tidak mendapat kan perhatian dari kedua orang tuanya, kebanyakan orang tua mereka bercerai
  • Bagaimana cara mempertahankan niat ikhlash karna Allah?
  • Sharing seputar apa saja tugas piket antar kelas
  • Setelah sekian lama ada nya musibah covid 19 kami merasa mengajarkan adab dan akhlaq dari awal kemabali
  • Kebijakan yg berubah-ubah.. adminstrasi yg terkadang merepotkan
  • Kenapa peringkat pendidikan terbaik bukan Negara yg mayoritas bukan islam?
  • Ada yg Ber anggapan pendidikan islam jauh tertinggal karna sudut pandang nya masa lalu. Sykron
  • Apa hukum mengucapkan salam (Assalamu’alaikum) sebelum memasuki rumah orang lain?

17 pesan Muaddib/ah yang dishare malam ini pun semoga menjadi energi bagi sesama.

Salam Ta’zhim,

Depok, 05 September 2022, pukul 20.00-20.30 WIB
Dr. Wido Supraha, M.Si.
(Direktur Institut Adab Insan Mulia)

SekolahAdab.Com

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Check Also
Close
Back to top button