Pesan Untuk Muaddib di SekolahTa'dib

KIAM#6: Ta’dib Dengan Adab Mulia

Institut Adab Insan Mulia

KIAM (Konsolidasi Iman Adab Muaddib) adalah program 30 menit untuk saling menguatkan di antara para penggerak dan praktisi pendidikan yang bersepakat bahwa pendidikan harus dijalankan berorientasikan adab. Program ini berjalan setiap Senin malam, pukul 20.00 WIB, dan program ini bersifat TERBUKA dan dapat diikuti oleh para pendidik secara UMUM untuk saling menguatkan di jalan pendidikan berorientasi Adab. Program ini mereferensikan materinya dengan kitab-kitab adab yang telah ditulis oleh para ulama untuk kemudian dikontekstualisasikan pada era digital hari ini.

Pada KIAM#6 ini, tema yang diangkat adalah “Ta’dib Dengan Adab Mulia”. Sekolah Adab memilih istilah Ta’dib sebagaimana bimbingan Syed Muhammad Naquib al-Attas, bahwa istilah Ta’dib secara bahasa telah mencakup makna Ta’lim, Tadris, dan Tarbiyah. Bahkan, sudah mencakup makna Tadrib. Selain itu, istilah Ta’dib menegaskan bahwa sebuah proses pendidikan menanamkan ilmu ke dalam jiwa manusia harus dilaksanakan dengan fokus komitmen berorientasi adab.

Oleh karenanya, dalam Ta’dib, selain bertujuan adab, berawal dengan adab, juga bermuatan adab yang bersifat mulia. Berkata Imam an-Nawawi dalam At-Tibyan tentang bagaimana Ta’dib dengan Adab Mulia, sbb.:

  1. Pengadaban bertahap;
  2. Membiasakan berperilaku yang diridhai Allah SWT;
  3. Latihan beramal secara sembunyi-sembunyi;
  4. Membiasakan untuk merawat amalan yang telah dilakukan;
  5. Tidak bosan untuk terus memotivasi untuk menjaga keikhlasan, kejujuran, dan niat yang lurus;
  6. Menguatkan muraqabatullah, perasaan selalu diawasi oleh Allah SWT di setiap waktu

Imam an-Nawawi juga memotivasi bahwa jika keenam hal di atas dapat diamalkan dan tidak diremehkan, seorang murid akan mendapatkan karunia yang besar. Allah SWT akan:

  1. Membuka gerbang ilmu;
  2. Melapangkan dada murid;
  3. Memancarkan mata air hikmah;
  4. Menanamkan sifat kelembutan;
  5. Keberkahan dalam ilmu dan kehidupan;
  6. Menuntun perkataan dan perbuatannya.

Selanjutnya, sebaik-baik motivasi untuk Ta’dib Dengan Adab Mulia adalah Al-Qur’an al-Karim. Bagilah di pekan ini, setiap hari sebuah ayat motivasi dari Qur’an untuk menjadikan murid yang memiliki semangat menjadi Muaddib/ah di kemudian hari dan memuliakan siapapun yang berprofesi sebagai Muaddib/ah. Di antara ayat yang dapat disampaikan dengan penjelasan, adalah:

  1. Q.S. Al-Baqarah [2] ayat 271
  2. Q.S. Al-Isra’ [17] ayat 106
  3. Q.S. Al-Hijr [15] ayat 99
  4. Q.S. An-Nahl [16] ayat 97
  5. Q.S. Al-Ahzab [33] ayat 52

Hari Pertama: Al-Baqarah [2] ayat 271

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ  وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ 
وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ  وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

2.271 Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allâh akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allâh mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Hari Kedua: Al-Isra’ [17] ayat 106

وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا

17.106 Dan Al-Qur’an (Kami turunkan) berangsur-angsur
agar
engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap.

Hari Ketiga: Al-Hijr [15] ayat 99

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

15.99 Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al-yaqin (yakni ajal).

Hari Keempat: An-Nahl [16] ayat 97

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

16.97.  Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Hari Kelima: Al-Ahzab [33] ayat 52

وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ رَّقِيبٗا

33.52 Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.

Semoga Allah SWT memudahkan seluruh Muaddib/ah dalam melakukan Ta’dib dengan Adab Mulia. Sejatinya jika setiap Muaddib/ah menikmati penegakan adab dalam keseharian kehidupannya, maka mengadabi sejatinya sekedar membagi kenikmatan tersebut ke dalam jiwa anak. Barakallahufikum jami’an.

Salam Ta’zhim,

Depok, 17 Oktober 2022, pukul 20.00-20.30 WIB
Dr. Wido Supraha, M.Si.
(Direktur Institut Adab Insan Mulia)

SekolahAdab.Com

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button