Pesan Adab Untuk Keluarga

Pesan ke-06: Jadilah Muaddib yang Mencintai Jamuan Allah

Serial Pesan Pengadaban

Oleh: Dr. Wido Supraha, M.Si. (SekolahAdab.Com)

Telah bersabda, Rasulullah ﷺ sebagaimana riwayat ad-Darimi no. 3187:

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنْ مَعْنِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ لَيْسَ مِنْ مُؤَدِّبٍ إِلَّا وَهُوَ يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى أَدَبُهُ وَإِنَّ أَدَبَ اللَّهِ الْقُرْآنُ

Tidak ada seorang pun Muaddib, yang menjamu kecuali ia senang bila jamuannya didatangi. Sesungguhnya jamuan Allah adalah Al Qur’an.

Al-Qur’an adalah adab atau jamuan dari Allah ﷻ bagi siapapun yang menjadikannya sebagai panduan hidup (main guidance). Jika manusia menjamu sesama manusia dengan jamuan yang diupayakan selengkap mungkin, maka demikianlah kelengkapan kandungan Al-Qur’an yang semuanya pasti dibutuhkan bagi kesuksesan hidup manusia.

Tugas manusia untuk mendatangi jamuan Allah dengan niat dan proses yang benar. Proses memahami kandungannya itu disebut pendidikan, dan Syed Muhammad Naquib al-Attas memilih diksi ta’dib. Selain karena diksi ini menegaskan orientasinya pada adab, juga karena maknanya telah mencakup apa yang dikehendaki dari tadris, ta’lim dan tarbiyah.

Dengan demikian, sosok penjamu yang telah terlebih dahulu menikmati dalam menghayati kandungan Al-Qur’an disebut sebagai muaddib atau muaddibah, dan Allah ﷻ adalah The True Muaddib.

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button